Selasa, 20 September 2016

Puisi [ Prasangka] oleh Muzzamilah

-Prasangka-

Kata dan mata
Mereka berbeda
Saling menyimpan curiga
Pada siapa
Yang bermain kata
Yang bermain mata

Duhai kalian
'tak usah berbisik
Jangan undang prasangka
Lebih baik terbuka
Atau menyepi saja

Dunia kata dan mata

#sajakku
#katamalam
#bermainkata
#diksidiksi

Puisi [ Ia] oleh Muzzamilah

- Ia -

Detik dan hati yang menyeru namamu
Bukan lagi rahasia,
aku berbagi kata dengan-Nya

Wahai dirimu yang kutunggu bersama senja kini
Aku inginkan laut biru itu yang menatap kita,  sungguh
Bahkan cahya yang memerah pun menjadi saksi

Inginku jemari 'kan menyatu dan menguntai cerita merah muda bersama
Biar pasir dan ombak menatap iri
Kuharap detik, membawaku pada jejak dan hatinya yang kurindu

#sajakku
#katamuzzam
IG: katamuzzam

Kamis, 01 September 2016

Fenomena Batal Nikah #IndonesiaTanpaPacaran

*Fenomena Batal Nikah*
Follow IG @IndonesiaTanpaPacaran

Akhir-akhir ini banyak kejadian unik tentang 'batalnya pernikahan' sepihak. Dan semua itu karena hal sepele.
Salah satunya karena banyaknya fitnah yang merajela. Maka waspadailah agar tidak terkena fitnah.

Kenapa bisa batal menikah? Yuk intip sebentar.

Banyaknya batal pernikahan yang sering dilakukan dari pihak laki-laki terhadap perempuan. Membuat perempuan harus waspada menghadapi hari pernikahannya. Dan pikiran calon mempelai perempun yang mulai labil kerap kali datang menghinggap di kepala. Salah satunya "takut batal nikah".  Padahal undangan sudah disebar, tanggal akad sudah ditentukan. Lalu apa yang terjadi sebenarnya?

Pernikahan adalah gerbang suci yang akan menghantarkan dua insan menyatu. Masa sebelum nikah ini, masa paling rawan, sebab banyak penghalang yang menghadang. Mulai dari pemikiran aneh yang menyebabkan ingin mundur, setan mulai mengusik hati dan pikiran kita untuk tidak menikah. Alasannya sepele belum bisa menjadi terbaik, gak cantik, ada yang lebih dari diri sendiri, belum lagi pernah ngeupload foto bareng pacar dan seperangkatnya.

Sebelum menjadi pasangan suami-istri jangan kerap kali mengupload foto di media sosial yang bermesraan, pelukan dan ciuman. Nah,coba deh pikir. Kalau misalkan pria itu jadi jodohmu, kalau tidak? Hmm gimana atuh? Apa masih ada yang mau sama kita kalau sudah ada yang menyentuh? Laki-laki lain pasti akan memikirkan beribu-ribu kali. Walaupun perempuan itu cantik. Kecuali kalau mau menerima apa adanya.

Itu contoh kecilnya saja. Lalu masih mau mengupload foto bersama pacar atau tunangan? Iya,kalau berjodoh. Kalau tidak? Pikir lagi deh kalau mau meng-upload fotomu sama si doi. Bisa jadi suatu saat nanti akan menjadi penyesalan yang mendalam bagi dirimu. Lagi pula itu dilarang oleh Islam dear. Ingat kata bang napi

“Kejahatan bisa terjadi bukan saja karena ada niat si pelaku, tapi kejahatan juga bisa terjadi karena ada kesempatan. Waspadalah, waspadalah waspadalah!

Wallahu 'allam

Nanik Puji Astutik (Tim Penulis ITP)
IG @nanikpuji93
www.nanikpuji.faa.im
------
Mari bekerjasama dengan gerakan #IndonesiaTanpaPacaran dalam event tentang masalah cinta atau motivasi? InsyaAllah kami siap membantu dengan sepenuhnya (doorprice, pemateri, publikasi, tim panitia dll) asalkan acaranya benar-benar sesuai Islam. Kami  semua berikan secara GRATIS. Untuk info lengkapnya kontak langsung kami di 0823 2686 7308 (WA/Telepon)

Minggu, 21 Agustus 2016

Pemuda dalam Memaknai Kemerdekaan


Tanggal 17 Agustus menjadi tanggal yang paling bermakna bagi bangsa Indonesia. Di mana nama Indonesia diproklamirkan dengan gagah oleh presiden pertama kita, yaitu Ir.Soekarno. Memperingati hari kemerdekaan menjadi hal wajib bagi masyarakat Indonesia, tidak hanya mengikuti upacara kenaikan sang saka merah putih, namun juga berbagai lomba yang tidak luput untuk diikuti. Dari anak-anak hingga  mereka yang berusia lanjut ikut serta memeriahkan peringatan tersebut. Tentu saja sosial media akan dipenuhi ucapan-ucapan tentang kemerdekaan, dari facebook, twitter, path, instagam, youtube, dan media sosial lainnya. Namun, apakah makna kemerdekaan cukup dengan mengikuti upacara bendera, kegiatan perlombaan tujuh-belasan, atau mengucapkan kata “meredeka” di media sosial? dan Apakah arti kemerdekaan sebatas pada tanggal 17 Agustus saja? Bukankah sudah seharusnya kita merenung sejenak untuk memikirkan jawabannya.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia kemerdekaan berati bebas. Lalu  makna apa yang bisa diambil dari kata kemerdekaan? Bisa saja kebebasan dalam hal berpendapat dan kebebasan dalam melakukan hal apa pun tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun. Kemerdekaan dihubungkan dengan penjajahan, jika masih ada penjajahan maka negara tersebut masih belum dikatakan merdeka. Lalu apakah negeri tercinta kita Indonesia dapat dikatan sebagai negeri yang bebas dari penjajahan? Sayangnya Indonesia masih belum sepenuhnya merdeka. Secaa tertulis Indonesia memang sudah merdeka, namun secara tersirat kita masih dijajah oleh mereka yang mengeruk sumber daya negeri ini. Masih ingat berita penambangan emas di Papua, penambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit di kalimantan, penjualan pulau-pulau kecil untuk asing, dan baru-baru ini proyek reklamasi di Jakarta. Bukankah hal itu sudah menjadi bukti bahwa negeri ini masih terjajah oleh asing, hanya saja dengan metode yang berbeda. Imbas dari pengerukan sumber daya tersebut tentu rakyat Indonesia. Kerugian itu akan dinikmati oleh anak cucu kita, sehingga kemiskinan menjadi momok di masa depan nanti.

Sudah saatnya mengubah pola pikir dan kebiasaan, karena kemerdekaan bangsa inidonesia tidaklah diraih dengan mudah melainkan dengan perjuangan dan kerja keras. Apa jadinya jika tunas bangsa memiliki karakter pemalas, lebih memikirkan kesenangan dan gaya hidup yang serba instan. Umumnya pemuda saat ini lebih memilih duduk santai di depan laptop, ponsel,  play station demi kesenangan sesaat. Mereka lupa tentang arti kerja keras dan perjuangan yang sesungguhnya. Otak mereka seolah terbelenggu dengan kesenangan yang harus terpuaskan.  Berbeda dengan pemuda pada saat masa penjajahan.  Pemuda terdahulu membela tegaknya nama Indonesia dengan cara berkorban segenap jiwa raga mereka. Sayangnya pemuda saat ini belum mampu menjadikan sejarah kemerdekaan Indonesia sebagai pelopor untuk menjadi pemuda yang berkualitas. Kemerdekaan yang seharusnya dimaknai dengan semangat dan tekad yang kuat malah dinodai dengan tindakan yang merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Tampaknya saat ini kita membutuhan para pemuda yang berpikir ke depan demi kemjuan bangsa Indonesia. Para pelopor yang memiliki semangat juang dan tekad yang tinggi, terutama mereka yang kreatif dan inovatif.

Para pelopor tidak terlahir dari sosok yang pemalas. Mereka memiliki karakter dan kebiasaan yang patut kita contoh, salah satunya kebiasaan membaca. Membaca adalah kegiatan yang dapat menambah ilmu dan informasi tentang segala hal. Membaca memberikan manfaat yang luar biasa, dengan membaca seseorang akan terhindar dari kebodohan dan bahkan akan memiliki intelektualitas yang tinggi. Presiden pertama Indonesia yaitu Soekarno memiliki hobi membaca, tidak hanya membaca buku dalam negeri saja melainkan buku-buku luar yang memengaruhi pemikiran  Bung Karno dalam membuat kebijakan di pemerintahannya. Bung Karno mengaku, bahwa ia gemar membaca karena sumber semangat adalah ilmu pengetahuan. Ternyata tidak hanya sosok Soekarno yang menjadikan membaca sebagi kegemarannya, yaitu di antaranya Mohammad Hatta, Tan Malaka, dan Tjokroaminoto. Bukankah sudah seharusnya kita mencontoh hal positif tersebut.  Dengan mengutip pesan Bung Karno bahwa, “sumber semangat adalah ilmu pengetahuan” maka kegiatan membaca menjadi sangat penting bagi generasi penerus bangsa, terutama semangat juang kemerdekaan bangsa Indonesia.

Bagaimana bisa negeri ini menjadi negeri yang maju dan sejahtera jika para pemuda lebih memilih duduk santai menikmati permainan teknologi yang membelenggu mereka. Apakah bisa seorang anak menjadi seorang presiden jika setiap lima jam sehari bermain play station atau game online? Apakah banyak dari para pengusaha yang sukses saat ini terlahir dari pola hidup yang santai dan dipenuhi cerita romantika kaula muda? Tanyakanlah pada mereka yang saat ini telah menjadi orang yang sukses karena membaca. Tanpa uang mereka mampu belajar di luar negeri dan bahkan menjadi orang ternama. Sudah saatnya kita mengubah pola pikir yang sederhana menjadi lebih kreatif dan inovatif. Tidak hanya menjadi penikmat teknologi melainkan yang membuat teknologi tersebut, tidak hanya menjadi pemuda yang tahu nama-nama artis dalam negeri dan luar negeri melainkan mereka yang mengenal para pahlawan yang sudah berjasa demi berdirinya negeri ini. Mulailah berpikir demi tanah air tercinta kita, demi anak cucu kita juga. Menjadi pelopor seperti Bung Karno, Bung Hatta, dan para pahlawan lainnya.

Senin, 08 Agustus 2016

Puisi [Tanya] oleh Muzzamilah

-Tanya-

Malam yang berbisik rintik
Temani sepasang sendal
Ia mulai bertanya,
"Siapa?"
"Malaikat keturunan Adam?"
"Di mana?"
Lalu beberapa tapak nampak
Kembali ia bertanya,
"Siapakah pemilikku kini?"
Lekas angin menjawab,
"Sang Maha" ucapnya sepoi.

Sepasang sendal diam,
sunyi berubah menjadi kisah
Berkata ia pada Maha
"Ya Rabbi, kupasrahkan segala padaMu!"
Namun kembali bertanya.

#puisiku
#katamuzzam

Puisi [Timur Sana]

-Timur Sana-

Dahan gersang di Timur sana
Lambat laun menjadi luka
Kabar merah dan duka lara
Hilang sunyi suka pun lupa
Reruntuhan bak lautan saja

Sebagian ulurkan jemari
Yang lain mengalih empati
Masih dunia tak berdaya
Melihat si kecik menutup mata
Di bawah puing tertidur pulas
Tanda tanya

Kala hujan pada senja
Membasahi mengubah rona
Hingga kelabu tiba
Menjadi sepi tak bersua
Hanya gemericik temani jiwa
Tak lupa sujud meminta pada-Nya

Kembali terngiang
Kabar si kecil yang memegang pundak si kakak
Diam menatap pilu ke arah mata, dalam layar
Bulan pun saksi
Malaikat kecil berganti nisan, bukan!
Melainkan perih bertabur percikan kaca
Hingga kata telah diam
Di darat, udara, raga seolah tak berharga
Lahap sajian nikmat, di Timur sana.

Ya Allah hu Ya Rabbi
Kubaca surat di lembar pertama
Al-Fatihah namanya
Kupahami hanya Engkau tempat kami meminta
Maka duka adalah nyata Cinta
Membelai perlahan, hati yang luka
Kembali kubuka jemari
Bersama ayat suci, kupanjatkan kata
'Tuk kami dan di Timur sana

#muzzam
#katamuzzam